Hikmah Qurban Idul Adha, Sejarah Nabi Ibrahim AS

Hikmah Qurban Idul Adha, Sejarah Nabi Ibrahim AS yang menjadi suri tauladan umat Islam Indonesia. Bagaimana cara beribadah kurban pada hari raya ini? Seorang pria Muslim membeli ternak untuk dikorbankan pada hari raya Idul Adha. Idul Adha, juga disebut hari raya Pengorbanan. Perayaan ini adalah salah satu dari dua hari raya tahunan yang diperingati oleh umat Islam. Waktunya bertepatan dengan ziarah tahunan ke Mekkah yang dikenal sebagai ibadah haji.

hikmah Qurban Idul Adha

hikmah Qurban

Hikmah Qurban bagi umat Islam sangat besar. Umat Muslim merayakan Idul Adha untuk memperingati kesediaan nabi Ibrahim Alaihissalam untuk mengorbankan anaknya nabi Ismail dalam menjalankan perintah Tuhan dalam kitab suci. Lebaran ini, kaum muslimin menandai hari ini dengan menyembelih hewan ternak untuk diberikan kepada kaum duafa. Hari Raya Idul Adha atau lebaran haji sangat identik dengan penyembelihan hewan qurban. Biasanya dilakukan setelah selesai melaksanakan shalat Ied.

Menurut Al-Quran, ketika nabi Ismail (dikenal sebagai Isma’il dalam bahasa Arab) berusia 13, ayahnya yang bernama Ibrahim (Abraham dalam bahasa lain) sedang bermimpi di mana Tuhan memerintahkan untuk mengorbankan anaknya yaitu Ismail.

Tak bisa dipercaya!

Walaupun bermimpi seperti, Nabi Ibrahim memutuskan untuk mengikuti perintah Allah SW. Tapi sebelum itu beliau bertanya kepada nabi Ismail apakah dia setuju melakukan perintah tuhan ini. Nabi Ismail tidak memiliki keraguan sedikitpun untuk mematuhi perintah dari Tuhan dengan mengatakan kepada ayahnya untuk menjalani pengorbanan tersebut.

Keajaiban terjadi!

Pada saat Nabi Ibrahim mengangkat pisaunya, Allah menyuruhnya untuk berhenti dan mereka telah lulus ujian. Dan dengan kuasa Tuhan, tubuh Nabi Ismail digantikan dengan kambing untuk dijadikan kurban. Dalam Al-Qur’an, Nabi Ibrahim dihargai karena imannya yang sangat kuat pada Allah SWT.

Umat Muslim memperingati dan mempersiapkan Idul Adha dalam beberapa cara. Sebelum hari raya berlangsung, orang-orang Islam merayakannya dengan pakaian baru dan saling berkunjung bersama keluarga dan teman. Saat fajar pada hari Idul adha, umat Islam mengumandangkan Takbir ,setelah itu melaksanakan shalat idul adha setelah matahari terbiti. Orang islam menyambut teman-teman dengan salam dan bertukar hadiah.

Kisah abadi Nabi Ibrahim sama relevannya untuk saat ini. Hikmah Qurban Idul Adha merupakan pendidikan teladan bagi umat Islam. Seiring dunia Muslim mengenang kembali pengorbanan Nabi Ibrahim, ia perlu merenungkan kemiskinan intelektual dan spiritual di mana ia menemukan dunia saat ini.

Apakah hikmah Qurban Idul Adha bagi umat islam?

Dunia Muslim membutuhkan sebuah revolusi pikiran dan pembaharuan semangat untuk mengatasi tantangan dan bencana yang dihadapinya saat ini. Kehilangan antara masa lalu yang mulia, masa depan yang menyedihkan dan masa depan yang tidak menentu, kaum muda Muslim mencari cita-cita untuk mencurahkan kecerdasan dan semangat mereka.

Para ilmuwan religius dan pemimpin intelektual perlu menjelaskan bagaimana umat Islam bisa menjadi media kebenaran, kebaikan dan belas kasih di dunia ketidakpedulian, materialisme, dan ekstremisme yang keras.

Selain itu beberapa orang Muslim yang mampu akan berkorban seekor sapi, kambing, domba atau unta. Daging tersebut disimpan sebagian untuk dimakan sendiri dan membagikan sebagian lainnya kepada teman, keluarga dan orang-orang yang membutuhkan. Mereka yang mempunyai kelebihan harta sering membeli daging dari pelaku ternak kambing untuk didistribusikan. Memberikan daging ini, selain sholat subuh, dianggap sebagai komponen penting dari hikmah Qurban Idul Adha.


silahkan beli Pulsa Online via Paypal untuk memudahkan isi ulang paket internet murah

berita bisnis internet gratis pada situs bomberprofit.info:

  • hikmah mengumandankan Takbir pda idul Adha
5/5 (1)

Ingin memberikan 5 bintang untuk informasi internet gratis?