Bantuan Kapal Kemanusiaan Turki ke Israel Dicegat Warga Setempat?

Bantuan Kapal Kemanusiaan Turki ke Israel Dicegat Warga Setempat? Keluarga dari tentara Israel yang tewas dan hilang dalam perang kini bersumpah untuk memblokir transfer bantuan ke Jalur Gaza. Tindakan ini dilakukan sebagai protes atas kegagalan perjanjian Israel-Turki untuk menangani kembalinya anak-anak mereka. Sebuah foto yang diambil baru-baru ini menunjukkan kapal berbendera Lady Leyla berangkat dari pelabuhan Turki. Mengawali perjalanan dari selatan kota Mersin menuju Ashdod yang terletak sekitar Jalur Gaza.

bantuan kapal kemanusiaan

bantuan kapal kemanusiaan

Aksi warga Israel memblokir bantuan kapal kemanusiaan ini justru akan ditindaklanjuti secara tegas oleh pemerintah. Perlu Anda ketahui tentang rekonsiliasi Israel-Turki berupa bantuan ke Gaza ini. Israel-Turki melakukan kesepakatan yang menawarkan Palestina sedikit harapan untuk kedamaian. Israel dan Turki secara resmi mengumumkan kesepakatan pemulihan hubungan, mengakhiri krisis diplomatik, dan gencatan senjata. Walaupun lebih didorong oleh opini internasional, namun kondisi ini memang diharapkan banyak pihak. Situs berita Indonesia mempublikasikan informasi di Timur Tengah ini sebagai headline koran mereka.

Sebuah kapal kargo Turki berbobot 10.000 ton mengangkut peralatan kemanusiaan dan makanan dikirim ke Jalur Gaza. Bantuan kapal kemanusiaan ini akan berlabuh di kota pelabuhan Israel, selatan Ashdod, pada Minggu sore sesuai rekonsiliasi. Baru-baru ini memang perjanjian tersebut telah ditandatangani pemerintah Israel dan Turki .

Israel dan Turki sepekan lalu sepakat untuk menormalkan hubungan setelah enam tahun kebuntuan diplomatik antara kedua negara. Dalam ketentuan perjanjian, Turki harus mengirim bantuan ke Gaza melalui Israel.

Perdana Menteri Turki mengumumkan Senin lalu bahwa kapal akan berlayar pada hari Jumat. Kapal ini membawa 20.000 ton bantuan. PM Turki juga mengatakan bahwa perjanjian dengan Israel mencerminkan peran negara sebagai pelindung masyarakat tertindas di Timur Tengah.

Benarkah bantuan kapal kemanusiaan Turki dicegat oleh warga Israel?

Keluarga Oron Shaul, seorang tentara Israel yang ditahan oleh Hamas di Jalur Gaza, tiba di perbatasan Kerem Shalom pada hari Minggu pagi. Rombongan ini berencana untuk memblokir berlabuhnya kapal kargo ke Gaza.

Bersama dengan keluarga tentara Israel lainnya yang hilang di Gaza, mereka menentang perjanjian dengan Turki karena tidak menindaklanjuti kembalinya warga Israel yang hilang.

Warga setempat mengkritik pemerintah Israel yang memungkinkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, tetapi mengabaikan masalah kemanusiaan keluarga mereka yang hilang.

“Kami tidak menentang perjanjian ini,” ujar seorang warga Israel. “Tapi itu adalah kesepakatan yang mengerikan bagi keluarga. Anak-anak kami tidak disebutkan di dalamnya. Ini adalah hadiah untuk Hamas dan kerugian bagi Israel. Perdana Menteri dua tahun hanya diam dengan janji-janji yang tak terhitung jumlahnya. Dia seharusnya memastikan bahwa anak laki-laki kami akan kembali ke rumah.”

Berdasarkan informasi terbaru, bantuan kapal kemanusiaan Turki ini memang akan mengalami kendala saat berlabuh. Isu prajurit yang hilang itu sebenarnya bukan bagian dari kesepakatan akhir antara Turki dan Israel. Meskipun pemerintah Turki mengeluarkan kebijakan terbaru untuk bekerjasama dengan Hamas demi pembebasan tentara Israel yang hilang.

silahkan beli Pulsa Online via Paypal untuk memudahkan isi ulang paket internet murah